
The Bible is a rich library to be savored over a lifetime.
7 Pemikiran dalam Memperkaya Pemahaman Alkitab
Tujuan dari intepretasi yang bagus tentang Alkitab ternyata sederhana, yaitu : mendapatkan pengertian yang jelas, jujur, terang, dan sederhana dari kalimat-kalimatnya -Gordon Fee -
Bagaimana Kita melakukannya?
A Bible passage will not mean what it never meant.
Saat kita mulai mempelajari Alkitab kita harus berurusan dengan ….
1.Jarak historis antara waktu tertulis dalam Alkitab dengan waktu kita saat ini dan kini
Ingat, kita tidak hidup di tahun 800 Sebelum Masehi. Bahkan kita tidak hidup di tahun 33 Masehi
2. Jarak situasi sosial dan budaya. Kita bukan orang Yahudi dengan adat istiadatnya
3. Perbedaan bahasa. Kita tidak membaca Alkitab dalam bahasa aslinya seperti bahasa Musa atau Paulus saat menuliskan firman Allah
4.Manuskrip salinan (hand-copied manuscript). Ingat, tidak ada satupun manuskrip asli yang ditulis Musa atau Paulus yang ditemukan
5. Penambahan wahyu. Contohnya Kitab Yosua, kita hanya memiliki materinya pada 5 pasal pertama.
6. Keberagaman tipe kesusasteraan
History - sejarah
Laws - hukum
Biography - biografi
Riddles - teka-teki
Drama - drama
Poetry - puisi
Letters - surat
Wisdom - kata bijak
Apocalypses - nubuat
Sermons - khotbah
Parables - perumpamaan
7. Inspirasi pewahyuannya. Pada saat yang sama, Alkitab adalah pewahyuan Allah melalui karya manusia
Intepretasi Alkitab dibentuk oleh dua penekanan, yaitu :
01. Berelevansi keabadian (“God’s Word never changes!”)
02. Keberagaman sejarah (anchored in time)
No comments:
Post a Comment