Lima bahasa kasih Anak
01. Kata-kata pendukung
02. Saat-saat mengesankan
03. Menerima hadiah-hadiah
04. Pelayanan
05. Sentuhan fisik
RESEP 01 : Kata-kata pendukung
Tanpa sadar kita sudah banyak memberi ‘kata-kata dukungan’ untuk mereka sebelum mereka mengerti bahasa verbal namun mengapa saat mereka bertumbuh lebih besar dan bisa mengerti bahasa yang sama seperti kita … justru kata-kata ini berubah menjadi kata-kata yang memaki, mengancam, menghakimi ???
Renungkanlah
RESEP 02 : saat-saat mengesankan
Anak makin besar dan beranjak remaja tentu memiliki minat bervariasi
Jika ia menyukai bola basket, Anda -seorang amatiran – harus mencurahkan perhatian anda pada basket, bawa anak anda ke pertandingan basket.
Karena itu adalah ‘saat-saat mengesankan’ untuk mereka dan kita dapat berkomunikasi melaluinya.
RESEP 03 : menerima hadiah-hadiah
Banyak orang tua dan para kakek-nenek hanya mengetahui jenis bahasa ini
Beberapa orang tua percaya bahwa ini adalah cara terbaik menunjukkan cinta mereka
Jika anak tanggap terhadap hadiah-hadiah yang anda berikan, mengucapkan terima kasih dengan segera, menaruhnya di tempat terbaik di kamarnya, merawatnya … maka bahasa kasih primer anak Anda adalah menerima hadiah.
Bagaimana jika Anda mempunyai anak dengan bahasa primer ini namun tidak mampu membelikan hadiah-hadiah ?
Ingat yang ESENSI di sini adalah ‘perlunya memberi hadiah’ bukan mutu atau harga yang selangit.
RESEP 04 : pelayanan
Bahasa ini membuat acara ‘membetulkan rantai sepeda’ lebih dari sekedar memberinya kesempatan untuk menaiki sepeda.
Bahasa ini membuat acara ‘membuat PR sains ‘ –nya lebih dari sekedar angka bagus di rapot.
Jika anak Anda setia menawarkan diri untuk membantu proyek kerja Anda,
maka bahasa kasih primernya adalah ‘pelayanan’
RERSEP 05 : sentuhan fisik
Ingat saat anak Anda masih bayi?
Kita sepertinya tidak berhenti menggendongnya, mengusapnya, membelainya, menepuk-nepuknya sehingga jauh sebelum si anak mengerti arti cinta, ia sudah merasa dicintai
Jika anak remaja Anda sering menggandeng tangan Anda, memijat pundak Anda, selalu ingin duduk di sebelah Anda … maka bahsa kasih primernya adalah ‘sentuhan fisik’
Perhatikan anak-anak Anda
Perhatikan bagaimana caranya menunjukkan kasih mereka kepada anak-anak lain
Itulah petunjuk berharga ini bagi Anda mengenai bahasa kasih mereka