Wednesday, February 11, 2009

Indonesian Love Rainbow Foundation: Indonesian Love Rainbow Foundation: pojok ketidakmungkinan

Indonesian Love Rainbow Foundation: Indonesian Love Rainbow Foundation: pojok ketidakmungkinan

Indonesian Love Rainbow Foundation: Sukses vs Gagal

Indonesian Love Rainbow Foundation: Sukses vs Gagal

Sukses vs Gagal


Kerap kali kita dikacaukan oleh dua hal yakni SUKSES DAN GAGAL

Saat kesuksesan itu datang kita dengan bangga berkata, "Semua karena saya! Saya sukses! Saya Berguna! Saya bisa!"

Namun di kala kegagalan itu yang menampar wajah kita ... lihat reaksi kita! "Semua salah saya. Saya gagal. Saya tidak bisa apa-apa. Saya tidak berguna"


The Question is

"Sebenarnya nilai diri kita ditentukan oleh apa?" Apakah keGAGAlan saya? atau keSUKSESan saya?

Mari kita telaah ilustrasi ini

Pada suatu hari ada seorang pria yang sedang sekarat karena sakit.
Tiba-tiba ia merasa bahwa ia dibawa ke surga dan berdiri di depan suatu tahta pengadilan.....
“Siapa engkau?”, tanya sebuah suara kepada pria itu.
“Aku ini ayah empat orang anak,” jawab pria itu.

“Aku tidak bertanya, engkau ayahnya siapa, tetapi siapa engkau itu?”
“Aku ini pemilik 5 toko lampu” jawabnya.

“Aku tidak bertanya tentang apa yang kamu miliki?”, sahut sang suara.
“Aku ini lurah” jawabnya.

“Aku tidak bertanya tentang pekerjaanmu?”, sahut sang suara.

Dan demikian seterusnya. Tidak peduli apa yang menjadi jawabannya, rupanya itu bukan jawaban yang memuaskan terhadap pertanyaan :”Siapa engkau itu?”

“Aku ini seorang Kristen,” jawab pria itu lagi.

“Aku tidak menanyakan agamamu, tetapi engkau itu siapa.”

“Aku ini seseorang, yang tiap hari pergi ke gereja dan selalu membantu orang
miskin dan orang yang dalam kesulitan.”

“Aku tidak menanyakan perbuatanmu, tetapi siapa engkau itu.”

Pria itu jelas gagal dalam ujian, oleh sebab itu ia dikirim kembali ke dunia. Ketika ia sembuh dari sakitnya, ia berniat menemukan siapa dia itu
Dan itulah yang membuat segalanya berbeda sama sekali.
( Diambil dari Doa Sang Katak, Anthony de Mello)

Perhatikan dan renungkanlah !

Anda adalah PROVIDENSIA CHRISTI yakni PENYELENGGARAAN ALLAH

Sebagai providensia christi dari Allah yang tidak terbatas tentu eksistensi kita memiliki keunikan dalam segala hal
TERMASUK dalam TUJUAN hidup atau malahan
TERUTAMA dalam TUJUAN hidup

Terungkapnya tujuan hidup merupakan saat yang penuh arti dalam eksistensi manusia.

A Simple Path -> panggilan hidup ibu Theresa untuk membantu orang miskin di Calcuta datang agak terlambat dalam hidupnya, tetapi kejernihan panggilannya itu membuat dia beralih dari kepala sekolah yang rendah hati menjadi pengusaha spiritual global dalam waktu 15 tahun

Allah mengungkapkan tujuan hidup dalam setiap aspek hidupmu

TUJUAN UMUM ALLAH adalah Anda hidup bagi kemuliaan NYA
TUJUAN KHUSUS Allah, Ia berikan dalam tiap langkah hidup kita sesuai peran kita masing-masing… step by step …


Nilai diri Nada tidak tergantung dari apakah saat ini Anda SUKSES atau GAGAl

Ingat Anda adalah Penyelenggaraan Allah, Anda adalah Providensia Christi

Indonesian Love Rainbow Foundation: pojok ketidakmungkinan

Indonesian Love Rainbow Foundation: pojok ketidakmungkinan

Monday, February 9, 2009

Pemahaman Alkitab


The Bible is a rich library to be savored over a lifetime.

7 Pemikiran dalam Memperkaya Pemahaman Alkitab

Tujuan dari intepretasi yang bagus tentang Alkitab ternyata sederhana, yaitu : mendapatkan pengertian yang jelas, jujur, terang, dan sederhana dari kalimat-kalimatnya -Gordon Fee -

Bagaimana Kita melakukannya?
A Bible passage will not mean what it never meant.

Saat kita mulai mempelajari Alkitab kita harus berurusan dengan ….
1.Jarak historis antara waktu tertulis dalam Alkitab dengan waktu kita saat ini dan kini
Ingat, kita tidak hidup di tahun 800 Sebelum Masehi. Bahkan kita tidak hidup di tahun 33 Masehi

2. Jarak situasi sosial dan budaya. Kita bukan orang Yahudi dengan adat istiadatnya

3. Perbedaan bahasa. Kita tidak membaca Alkitab dalam bahasa aslinya seperti bahasa Musa atau Paulus saat menuliskan firman Allah

4.Manuskrip salinan (hand-copied manuscript). Ingat, tidak ada satupun manuskrip asli yang ditulis Musa atau Paulus yang ditemukan

5. Penambahan wahyu. Contohnya Kitab Yosua, kita hanya memiliki materinya pada 5 pasal pertama.
6. Keberagaman tipe kesusasteraan
History - sejarah
Laws - hukum
Biography - biografi
Riddles - teka-teki
Drama - drama
Poetry - puisi
Letters - surat
Wisdom - kata bijak
Apocalypses - nubuat
Sermons - khotbah
Parables - perumpamaan

7. Inspirasi pewahyuannya. Pada saat yang sama, Alkitab adalah pewahyuan Allah melalui karya manusia

Intepretasi Alkitab dibentuk oleh dua penekanan, yaitu :
01. Berelevansi keabadian (“God’s Word never changes!”)
02. Keberagaman sejarah (anchored in time)

Cegukan

Hiccups Overview

Hiccups are sudden, involuntary contractions of the diaphragm muscle. As the muscle contracts repeatedly, the opening between your vocal cords snaps shut to check the inflow of air and makes the hiccup sound. Irritation of the nerves that extend from the neck to the chest can cause hiccups.
Although associated with a variety of ailments (some can be serious such as pneumonia or when harmful substances build up in the blood for example from kidney failure), hiccups are not serious and have no clear reason for occurring.

Hiccups Causes

Many conditions are associated with hiccups, but none has been shown to be the cause of hiccups.
• If you eat too fast, you can swallow air along with your food and end up with a case of the hiccups.
• Any other practices that might irritate the diaphragm such as eating too much (especially fatty foods) or drinking too much (drunk people hiccup) can make you prone to having hiccups.
• In these instances, your stomach, which sits underneath and adjacent to the diaphragm, is distended or stretched. Because they occur in relation to eating and drinking, hiccups are sometimes thought to be a reflex to protect you from choking.

Hiccups Symptoms

Hiccups can be described as brief, irritable spasms of your diaphragm that can occur for a few seconds or minutes.
When to Seek Medical Care
You should see a doctor if the hiccups become chronic and persistent (if they last more than 3 hours), or if they affect your sleeping patterns or interfere with eating.
A case of the hiccups is rarely a medical emergency. If your hiccups last for more than 3 hours, occur with severe abdominal pain, or you spit up blood, however, you should seek medical attention.

Exams and Tests
Diagnosis is based on physical evaluation. Laboratory testing is rarely necessary unless your hiccups are a symptom of an associated condition.

Hiccups Treatment
Self-Care at Home


Numerous home remedies for hiccups exist. The reason that these remedies are thought to work is that carbon dioxide build-up in the blood will stop hiccups, which is what happens when you hold your breath. If the vagus nerve that runs from the brain to the stomach is stimulated, hiccups can also be alleviated (this is what is happening when you drink water or pull on your tongue).
Try these methods at home:
• Hold your breath.
• Drink a glass of water quickly.
• Become frightened.
• Use smelling salts.
• Pull hard on your tongue.
• Place one-half teaspoon of dry sugar on the back of your tongue. (You can repeat this process 3 times at 2-minute intervals. Use corn syrup, not sugar, in young children.)

Medical Treatment

Treatment for hiccups depends on how severe they are.
• For the common hiccups that will usually stop on their own, home remedies are generally recommended.
• For more severe, persistent hiccups, your doctor may try medications to manage your hiccups. Chlorpromazine (Thorazine) is usually the first prescription medication tried for hiccups, although drugs such as baclofen (Lioresal) and medications for convulsions such as phenytoin (Dilantin) have also been successful.
• Surgery to disable the phrenic nerve (the nerve that controls the diaphragm) is often the treatment of last resort.

Sunday, February 8, 2009

Bahasa Anak, Bahasa Kasih

Lima bahasa kasih Anak

01. Kata-kata pendukung

02. Saat-saat mengesankan

03. Menerima hadiah-hadiah

04. Pelayanan

05. Sentuhan fisik

RESEP 01 : Kata-kata pendukung

Tanpa sadar kita sudah banyak memberi ‘kata-kata dukungan’ untuk mereka sebelum mereka mengerti bahasa verbal namun mengapa saat mereka bertumbuh lebih besar dan bisa mengerti bahasa yang sama seperti kita … justru kata-kata ini berubah menjadi kata-kata yang memaki, mengancam, menghakimi ???

Renungkanlah

RESEP 02 : saat-saat mengesankan

Anak makin besar dan beranjak remaja tentu memiliki minat bervariasi
Jika ia menyukai bola basket, Anda -seorang amatiran – harus mencurahkan perhatian anda pada basket, bawa anak anda ke pertandingan basket.
Karena itu adalah ‘saat-saat mengesankan’ untuk mereka dan kita dapat berkomunikasi melaluinya.

RESEP 03 : menerima hadiah-hadiah

Banyak orang tua dan para kakek-nenek hanya mengetahui jenis bahasa ini
Beberapa orang tua percaya bahwa ini adalah cara terbaik menunjukkan cinta mereka
Jika anak tanggap terhadap hadiah-hadiah yang anda berikan, mengucapkan terima kasih dengan segera, menaruhnya di tempat terbaik di kamarnya, merawatnya … maka bahasa kasih primer anak Anda adalah menerima hadiah.

Bagaimana jika Anda mempunyai anak dengan bahasa primer ini namun tidak mampu membelikan hadiah-hadiah ?
Ingat yang ESENSI di sini adalah ‘perlunya memberi hadiah’ bukan mutu atau harga yang selangit.

RESEP 04 : pelayanan

Bahasa ini membuat acara ‘membetulkan rantai sepeda’ lebih dari sekedar memberinya kesempatan untuk menaiki sepeda.
Bahasa ini membuat acara ‘membuat PR sains ‘ –nya lebih dari sekedar angka bagus di rapot.
Jika anak Anda setia menawarkan diri untuk membantu proyek kerja Anda,
maka bahasa kasih primernya adalah ‘pelayanan’

RERSEP 05 : sentuhan fisik

Ingat saat anak Anda masih bayi?
Kita sepertinya tidak berhenti menggendongnya, mengusapnya, membelainya, menepuk-nepuknya sehingga jauh sebelum si anak mengerti arti cinta, ia sudah merasa dicintai

Jika anak remaja Anda sering menggandeng tangan Anda, memijat pundak Anda, selalu ingin duduk di sebelah Anda … maka bahsa kasih primernya adalah ‘sentuhan fisik’



Perhatikan anak-anak Anda

Perhatikan bagaimana caranya menunjukkan kasih mereka kepada anak-anak lain

Itulah petunjuk berharga ini bagi Anda mengenai bahasa kasih mereka